Blingoh, Tombak Pertanian
Jepara Di Ujung Tenggara
Oleh: Diana Ria Rizqi
(Mahasiswi UNISNU Jepara
Prodi Perbankan Syariah, Fak. Syariah dan Hukum)
Desa Blingoh terletak di Kec. Donorojo Kab. Jepara,
sekitar 35 km di Tenggara kota Jepara. Jarak Desa Blingoh ke Kecamatan
Donorojo yaitu + 6 km dapat ditempuh dengan waktu + 15 menit
apabila menggunakan kendaran bermotor. Sedangkan jarak ke kota Jepara
sejauh + 45 km dengan jarak tempuh + 60 menit apabila ditempuh
dengan kendaraan bermotor.
Menurut Sejarawan Desa Blingoh, Bapak Jafar Musalam yang
lahir pada tahun 1917, penamaan desa Blingoh berasal dari suatu kejadian di
masa lalu yakni adanya seorang bernama Ki Ageng Sero’ yang sedang melakukan
pelarian dimalam hari dan duduk di sebuah batu paras/cadas, dengan tujuan
beristirahat dan menunggu waktu fajar sambil blengah-blengoh
(bengong/melamun), sehingga tercetuslah nama Blingoh.
Sejarah juga mencatat desa Blingoh telah berganti
lurah/petinggi sebanyak 11 (sebelas) kali dengan runutan Ki Ageng Sero’, Mbah
Sulonyono, Mbah Bayun, Mbah Rodi Wongso, Mbah Dipo (Soiman), Mbah Dargo, Mbah
Miran, Bapak Miran, Bapak Matkhur, Bapak Taswi, Bapak Giarno, dan yang masih
menjabat saat ini Bapak Sucipto.
Secara administratif Desa
Blingoh berbatasan langsung dengan Desa Jugo (Timur), Desa Kelet (Selatan), Desa
Tulakan (Barat), Cagar Alam (Utara). Dengan ketinggian
permukaan tanah dari permukaan air laut, Desa
Blingoh terletak antara 0 m - 145 m. Dan tercatat
memiliki luas wilayah + 1.440,29 Ha. Blingoh terdiri dari 54
RT dan 7 RW, yang masuk ke dalam 5 wilayah pedukuhan, yaitu Dukuh Krajan, Dukuh
Cangaan, Dukuh Simo, Dukuh Lembah, Dukuh Guwo. Kemudian secara topografi Desa
Blingoh dapat dibagi dalam 2 wilayah, yaitu wilayah dataran rendah di bagian Dukuh
Krajan, Dukuh Cangaan, Dukuh Simo, Dukuh lembah dan wilayah dataran tinggi di
bagian Dukuh Guwo.
Gambar 1
Peta Desa Blingoh
Wilayah Desa Blingoh
didominasi oleh area perkebunan dengan luas mencapai
343,31 Ha, disusul dengan area hutan sebesar 333,91 Ha, kemudian area pemukiman
274,96 Ha, area pertanian yang hampir sepadan dengan luas pemukiman yakni
270,32 Ha dan terakhir area tegalan 217,79 Ha. Dan mata pencaharian utama
masyarakat Blingoh adalah Pertanian.
Tabel 1
Mata Pencaharian Penduduk
Desa Blingoh
|
NO
|
MATA PENCAHARIAN
|
JUMLAH
|
|
1
|
Petani & Buruh Tani
|
3.263
|
|
2
|
Peternakan
|
247
|
|
3
|
Pedagang
|
784
|
|
4
|
Wira Usaha
|
198
|
|
5
|
Karyawan Swasta
|
267
|
|
6
|
PNS / TNI / Polri
|
269
|
|
7
|
Tukang Bangunan
|
1.870
|
|
8
|
Pensiunan
|
16
|
|
9
|
Pengerajin
|
893
|
|
10
|
Montir
|
98
|
Sumber : Profil Desa Tahun
2017
Desa yang pada tahun 2017 memiliki total penduduk berjumlah 10.907 jiwa dengan 5.293 jiwa laki-laki dan perempuan 5.614 jiwa, memiliki Petilasan Punden Desa sebanyak 3 (tiga).
Punden pertama terletak di Dukuh Lembah dengan nama Punden Paras, di Dukuh Guo
bernama Punden Ki Ageng Sero’ dan yang terakhir bernama Punden Mbah Moden (Ki
Ageng Iskandar) yang terletak di Dukuh Simo.
Tri Agama (Islam, Kristen,
Budha) merupakan agama-agama yang dianut oleh masayarakat Desa Blingoh, yang
mana pemeluk Islam sekitar 90% dari jumlah penduduk, agama kristen 5% dan Budha
5%.. Sejalan dengan itu, pemerintah Desa membentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang bertujuan
untuk menjembatani kehidupan multiagama.
Analisis potensi keunggulan Desa memperlihatkan hasil bahwasannya Komoditi yang termasuk dalam sektor industri yang ada di
Desa Blingoh antara lain kerajinan mebel, penggergajian, produk makanan ringan.
Kemudian sektor pertanian dengan luasan
sawah irigasi + 270,32 Ha dan tanah tegalan/ladang + 217,79 Ha,
merupakan sektor andalan Desa terbesar
bagi perekonomian masyarakat. Sektor
pertanian sawah irigasi ini setiap tahun mampu memperoleh hasil produksi padi +
27 ton/Ha, yang apabila dirupiahkan mencapai + Rp. 664.000.000,00
Potensi sektor pertanian tanah tegalan/ladang pertahun mampu menghasilkan
ketela singkong + 35 ton/ha. Potensi pertanian yang sangat besar ini
perlu terus dilakukan pembinaan agar dapat meningkatkan produksinya baik
melalui pelatihan-pelatihan, sosialisasi, kebijakan – kebijakan yang pro
pertanian maupun dalam bentuk pemberian bantuan-bantuan.
Saat ini alokasi APBDes Desa Blingoh sebesar Rp.
2.435.963.000 (pendapatan), dan Rp. 2.505.949.500 (belanja). Yang mana alokasi
pembelanjaan digunakan untuk pembangunan infrastuktur, dan memang saat ini
pembangunan infrastruktur menjadi hal yang sangat penting demi mendorong
pertumbuhan pergerakan ekonomi masyarakat. Supaya Desa Blingoh lebih maju dan
dapat bersaing dengan wilayah yang lainnya.
Gambar 2
APBDes tahun 2018

Komentar
Posting Komentar